Saturday, July 20, 2013

Bulat

Masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh, dan jangan mengikuti jalan setan.
Mainan komputer, jaman Nabi dulu tidak ada. Apakah ini bid'ah? :D
Jika mengerjakan sesuatu diawali dengan menyebut nama tuhan, maka itu ibadah.
Paling simple, baca basmalah sebelum megang komputer.
Sudah jadi ibadah tuh.
Apalagi kalau sudah selesai, baca hamdalah.
Tahlilan bid'ah tuh, jaman Nabi gak ada.
Emang lebih boleh kalo ada orang mati, trus pada minum trus mabuk-mabukan.
Lebih baik mana?
Para wali jaman dulu, bukan hanya menjalankan Islam secara teori, textbook.
Kalo gak ada di buku, gak boleh.
Bukan begitu. Tapi lebih ke arah convert. Mengubah.
Dari yg bukan islami, menjadi islami.
Bukan menghilangkan yg sudah ada, dg menjadi budaya yg lain.
Yg biasa menutup aurat dengan baju daerah, contoh baju cina, atau baju koko.
Gak perlu diubah menjadi baju gamis.
Banyak kok contohnya yg pake baju gamis tapi masih mabuk2an, kebut2an.
Yg perlu di ubah adalah nilai yg terkandung dari semua aktivitas.
Aktivitas yg muatannya negative, diubah menjadi muatan positive.
Contoh, budaya ke kuburan, minta berkah ke kuburan, diubah menjadi, minta kepada Allah supaya mengampuni penghuni kuburan, dan do'akan yg baik-baik.
Sebaik-baiknya do'a adalah do'a kepada orang lain, dan orang lain tsb tidak mengetahuinya. Niscaya do'a itu akan kembali kepda yg berdo'a.

Kita gimana?

Wednesday, July 10, 2013

Cermin

Cermin. Kholifah. Wakil Tuhan.

Pada saat Tuhan hendak menjadikan manusia sebagai kholifah di bumi.
Pada saat itu malaikat protes. Kenapa kok makhluk yg gemar membuat kerusakan ini yg dipilih.
Tuhan menjawab dengan beberapa pertanyaan pada malaikat yg tidak bisa menjawabnya.
Lalu Tuhan bertanya pada manusia yg sebelumnya sudah diberi anugerah berupa pengetahuan.
Dan manusia bisa menjawab pertanyaan2 dari Tuhan.

Kholifah di bumi, adalah wakil Tuhan di bumi.
Wakil adalah penanggungjawab yg memiliki kekuasaan yg hampir sama dengan yg diwakili.
Seperti cermin yg bisa memantulkan cahaya dari sumber cahayanya.
Cermin yg baik, adalah cermin yg bisa memantulkan cahaya dengan sempurna.
Tidak ada distorsi cahaya pada pantulannya.
Semakin bagus cermin, akan semakin disayang oleh pemilik cermin.
Cermin yg kotor, akan memantulkan cahaya secara tidak sempurna, mungkin malah bisa salah.

Tuhan maha Besar. Maka cermin yg baik haruslah memantulkan kebesaran Tuhan. Bukan memaksakan kehendak kepada yg lain, karena hal demikian justru mengecilkan nama Tuhan.

Tuhan maha perkasa. Sangking perkasanya Tuhan, tidaklah perlu kita merendahkan Tuhan dg pura-pura memantulkan sifat Al-Aziz dg alasan membela Tuhan.
Menyerang orang lain atas dasar membela Al-Aziz, itu bukanlah pantulan yg baik dari sebuah cermin.
Al-Aziz tidak perlu dibela, karena dg membelanya, akan justru merendahkan Al-Aziz. Karena yg dibela, itu pastilah yg lemah.

Tuhan itu maha pengasih dan maha penyayang.
Cermin yang baik, akan memantulkan kasih dan sayang kepada makhluk Tuhan di alam semesta.
Dan Tuhan akan memberikan bonus kasih dan sayang lebih banyak kepada hambanya yg memantulkan sifat kasih dan sayangnya di bumi kepada seluruh makhluk.

Bagaimana dengan kita?